Kembali ke Beranda
Berwibawa di Hadapan Syaitan, Masjid Kembali Diteguhkan sebagai Pusat Dakwah
Berita Terkini

Berwibawa di Hadapan Syaitan, Masjid Kembali Diteguhkan sebagai Pusat Dakwah

21 March 2026
Hijrah Saputra
89  Kali Dibaca
Bogor-masjidalaminsemplak.com- Dalam dinamika kehidupan modern yang sarat dengan berbagai godaan dan tantangan moral, umat Islam diingatkan untuk senantiasa meneguhkan keimanan dan memperkuat ketakwaan. Salah satu bentuk nyata dari keteguhan tersebut adalah sikap berwibawa di hadapan syaitan, yakni kemampuan menjaga diri dari bisikan yang menjerumuskan serta tetap istiqamah dalam menjalankan ajaran agama. Hal tersebut disampaikan dalam khutbah yang dibawakan oleh Drh H Achmad Ru'yat, M.Si selaku khotib Iedul Fitri 1447 H Sabtu 21 Maret 2026, beliau menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai benteng utama dalam menghadapi godaan syaitan serta pusat pembinaan umat yang berkelanjutan. Pelaksanaan ibadah berlangsung dengan khidmat, dipimpin oleh imam Ustad Zaharuddin serta didukung oleh bilal H Sapari. Kehadiran para petugas ini turut memberikan kekhusyukan dan ketertiban dalam jalannya ibadah. Keteguhan iman tidak hanya tercermin dalam ibadah personal, tetapi juga dalam kehidupan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Dalam hal ini, masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan umat. Tidak sekadar menjadi tempat ibadah ritual, masjid kini kembali didorong untuk menjadi pusat dakwah yang aktif, edukatif, dan solutif bagi masyarakat. Berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, kajian ilmu, pembinaan generasi muda, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi bagian penting dalam memakmurkan masjid. Dengan demikian, masjid tidak hanya hidup secara fisik, tetapi juga menjadi pusat peradaban yang membentuk karakter umat yang kuat dan berakhlak mulia. Sementara itu, Ketua DKM Al Amin, H. Deni Irawan, dalam sambutannya menyampaikan berbagai capaian perkembangan Masjid Al Amin yang terus bergerak menuju konsep masjid modern dan futuristik. Ia menegaskan bahwa DKM tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan program-program sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat. “Alhamdulillah, Masjid Al Amin terus berkembang, baik dari sisi fasilitas maupun program. Kami menginisiasi berbagai kegiatan sosial seperti santunan, pemberdayaan jamaah, pembinaan generasi muda, hingga digitalisasi layanan masjid. Ini adalah langkah menuju masjid yang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solusi umat yang modern dan futuristik,” ujarnya. Para tokoh agama dan masyarakat menekankan bahwa keberadaan masjid sebagai pusat dakwah harus dioptimalkan. Hal ini menjadi benteng utama dalam menghadapi pengaruh negatif yang dapat melemahkan keimanan. Dengan masjid yang makmur dan aktif, diharapkan umat Islam mampu tampil berwibawa, tidak mudah goyah oleh godaan syaitan, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Upaya bersama dalam menghidupkan fungsi masjid ini menjadi kunci dalam membangun umat yang kokoh, berilmu, dan berakhlak. Dengan demikian, masjid benar-benar menjadi pusat cahaya yang menerangi kehidupan umat, dari aspek spiritual hingga sosial.