Komunikasi spiritual mendalam dengan Allah SWT

Shalat adalah transformasi spiritual yang mengubah gerakan fisik menjadi pengalaman batiniah yang mendalam, menguatkan iman, dan membentuk akhlak mulia agar seseorang menjadi hamba yang bertakwa. Shalat sebagai media komunikasi spiritual mendalam dengan Allah SWT, bukan sekadar gerakan fisik, yang bertujuan menyucikan jiwa, mengingatkan pengawasan Ilahi, dan mencegah perbuatan keji (keji dan mungkar), menjadikannya tiang agama yang menghubungkan hamba dengan Tuhannya secara langsung, menumbuhkan khusyuk, dan menjadi kompas moral dalam hidup. Aspek daripada shalat itu sendiri : 1. Tiang Agama: Shalat adalah fondasi utama dalam Islam setelah syahadat, menjadi penopang keislaman seseorang 2. Komunikasi dan Koneksi Spiritual: shalat adalah sarana berdoa dan bermunajat langsung kepada Allah SWT, membangun hubungan spiritual yang intim dan personal 3.Ketenangan dan Kedekatan: Melalui shalat yang khusyuk, hati menjadi tenang (thuma'ninah) dan semakin dekat dengan Tuhan. 4. Pencegah Perbuatan Keji dan Mungkar: Shalat yang khusyuk akan mencegah pelakunya dari perbuatan buruk, karena kesadaran akan kehadiran Allah akan menumbuhkan rasa malu dan takut untuk berbuat maksiat 5. Penyucian Jiwa (Tazkiyatun Nafs): Shalat membantu membersihkan hati dari dosa dan sifat-sifat tercela, membersihkan diri dari kesalahan, serta menumbuhkan kebersihan lahir dan batin. رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي»، رَوَاهُ البُخَارِيُّ. Dari Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalatlah kalian (dengan cara) sebagaimana kalian melihatku shalat.” (HR. Bukhari : 631) Shalat yang benar adalah cermin akhlak yang baik, karena shalat yang khusyuk dan ikhlas akan mencegah perbuatan keji dan mungkar serta melatih disiplin, kesabaran, dan kesadaran, membentuk karakter mulia yang tercermin dalam perilaku sehari-hari. Pensyarah : Ust Muchlis Handoko, Lc

Bagikan Tulisan Ini